UNY Selenggarakan Workshop Penyusunan SOP/POS K3 Kampus untuk Penguatan Budaya Keselamatan dan Akreditasi

Yogyakarta — Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Penyusunan SOP/POS Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kampus UNY pada Rabu, 17 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNY dalam memperkuat tata kelola K3 kampus, meningkatkan kesiapsiagaan kebencanaan, serta mendukung pemenuhan standar akreditasi perguruan tinggi.

Workshop dibuka secara resmi oleh Rektor UNY Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO. Dalam arahannya, Rektor menekankan bahwa K3 bukan hanya kewajiban administratif, tetapi merupakan kebutuhan strategis untuk memastikan seluruh aktivitas akademik, penelitian, praktikum, layanan, dan operasional kampus berjalan secara aman, sehat, tertib, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Kepala Pusat K3 Kantor Wakil Rektor BSDMH UNY Prof. Dr. Ir. Ketut Ima Ismara M.Pd., M.Kes., IPU, ASEAN. Eng. dengan menghadirkan sejumlah narasumber. Endah Retnowati, Ph.D. memaparkan materi tentang K3 dalam perspektif akreditasi perguruan tinggi. Dalam paparannya, K3 dijelaskan sebagai elemen strategis yang perlu diintegrasikan ke dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal melalui siklus PPEPP, mulai dari penetapan standar, pelaksanaan program, evaluasi, pengendalian, hingga peningkatan berkelanjutan. Materi juga menekankan bahwa dalam instrumen BAN-PT IAPT 4.1, K3 berkaitan dengan bukti kebijakan, SOP, tim/unit K3, pelatihan, simulasi, audit, pengelolaan limbah, serta dokumentasi kinerja K3 yang dapat diakses secara jelas.

Narasumber berikutnya, Prof. Dr. Tien Aminatun, S.Si., M.Si., menyampaikan materi tentang mitigasi bencana di lingkungan kampus. Mitigasi bencana dipahami sebagai upaya untuk mengurangi risiko bencana melalui pembangunan fisik, penyadaran, serta peningkatan kemampuan sivitas akademika dalam menghadapi ancaman. Materi ini menekankan pentingnya kesiapsiagaan kampus melalui empat pilar utama, yaitu kebijakan dan regulasi, fasilitas dan K3, edukasi dan simulasi, serta manajemen data.

Sesi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Ir. Bambang Sulistyo, S.Pd., M.Eng. dan Teguh Puji Widianto, S.Kom., M.Sc. yang membahas rencana pengembangan Sistem Informasi Manajemen K3 UNY. Sistem ini dirancang untuk memperkuat proses identifikasi, pelaporan, pemantauan, tindak lanjut, dan audit terhadap potensi bahaya serta risiko K3 di lingkungan kampus.

Alur sistem informasi manajemen K3 yang dikembangkan mencakup lima tahapan utama. Pertama, identifikasi potensi bahaya di lingkungan kampus, laboratorium, bengkel, maupun fasilitas pendukung. Kedua, penilaian dan pelaporan risiko melalui dokumentasi foto, titik koordinat GPS, waktu pelaporan, serta kategori bahaya seperti bahan kimia, tumpahan, kebocoran, kerusakan fasilitas, atau risiko kedaruratan lain. Ketiga, laporan tersebut diproses dalam sistem informasi fasilitas dan sarana-prasarana yang terhubung dengan dashboard status laboratorium, jadwal kalibrasi alat, dan inspeksi kepatuhan. Keempat, dilakukan pengendalian risiko dan safety action melalui tim tanggap K3, teknisi, serta unit terkait untuk melakukan perbaikan atau remediasi. Kelima, hasil tindak lanjut dicatat dalam sistem sebagai bukti kepatuhan, audit, dan penyelesaian tiket insiden.

Melalui sistem ini, UNY diharapkan memiliki basis data K3 yang lebih kuat, transparan, dan akuntabel. Setiap laporan potensi bahaya tidak hanya berhenti pada pencatatan, tetapi dapat ditindaklanjuti secara terukur hingga statusnya terselesaikan. Data tersebut juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi, audit internal, pengambilan keputusan, serta penyediaan bukti sahih dalam proses akreditasi.

Workshop ini menghasilkan arah penguatan tata kelola K3 kampus UNY melalui penyusunan SOP/POS yang lebih terstandar, digitalisasi pelaporan risiko, penguatan mitigasi bencana, dan integrasi K3 ke dalam sistem manajemen mutu universitas. Dengan langkah ini, UNY terus mendorong terwujudnya kampus yang aman, sehat, tangguh, dan adaptif terhadap risiko.

Ke depan, penyusunan SOP/POS K3 dan pengembangan Sistem Informasi Manajemen K3 diharapkan menjadi fondasi penting dalam membangun budaya keselamatan di seluruh unit kerja. Budaya K3 yang kuat akan mendukung kualitas layanan akademik, perlindungan sivitas akademika, kesiapsiagaan bencana, serta reputasi UNY sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada mutu dan keselamatan. Foto kegiatan dapat diakses pada link ini.

Penulis
Rakhmat Rajendra

Editor
K. Ima Ismara