UNY Tingkatkan Keselamatan dan Produktivitas Pembelajaran 3D Printing di SMK
Submitted by admin on Wed, 2026-08-12 08:02
Yogyakarta – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) memberikan pelatihan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam proses desain dan pencetakan menggunakan teknologi 3D printer jenis Fused Deposition Modeling (FDM) dan Masked Stereolithography (MSLA). Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan keselamatan, kompetensi, serta produktivitas kerja dalam pemanfaatan teknologi manufaktur aditif di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Pelatihan dilaksanakan secara luring pada Senin, 22 Juni 2026, bertempat di Aula SMK Negeri 3 Wonosari. Sebanyak 31 guru mengikuti kegiatan tersebut, berasal dari SMK Negeri 3 Wonosari, SMK Negeri 2 Wonosari, SMK Negeri 1 Tepus, SMK Negeri 1 Saptosari, SMK Negeri 1 Gedangsari, dan SMK Darul Qur’an Wonosari.
Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan melalui pemaparan materi, diskusi, serta praktik penerapan K3 dalam penggunaan teknologi 3D printing.
Integrasikan K3 dalam Teknologi 3D Printing
Kegiatan ini dilatarbelakangi semakin luasnya penggunaan teknologi 3D printing di lingkungan pendidikan vokasi, baik untuk mendukung proses pembelajaran, pembuatan prototipe, maupun pengembangan produk.
Di sisi lain, penggunaan teknologi tersebut juga memiliki berbagai potensi bahaya yang perlu dikelola secara tepat. Pada printer FDM, risiko dapat berasal dari suhu tinggi pada nozzle dan heated bed, pergerakan komponen mekanik, kelistrikan, serta emisi partikel ultrahalus dan senyawa organik volatil.
Sementara pada teknologi MSLA, potensi risiko antara lain berasal dari penggunaan resin fotopolimer, bahan pembersih, serta proses curing menggunakan sinar ultraviolet.
Karena itu, tim UNY tidak hanya memberikan pelatihan mengenai pengoperasian printer, tetapi juga mengintegrasikan aspek K3 pada seluruh tahapan proses kerja, mulai dari pra-cetak, proses pencetakan, hingga pascaproses.
Materi yang diberikan meliputi standar K3 dalam proses 3D printing, teknologi 3D printing, jenis dan pengoperasian printer, desain dan pencetakan model 3D, serta pengenalan pembuatan produk custom menggunakan teknologi 3D printing.
Kolaborasi Akademisi dan Praktisi
Ketua tim PkM sekaligus Kepala Pusat K3 Kantor Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Hukum UNY, Prof. Dr. Ir. Ketut Ima Ismara, M.Pd., M.Kes., IPU, ASEAN. Eng., bersama Dr. Ir. Bambang Sulistyo, S.Pd., M.Eng., menyampaikan materi mengenai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam proses 3D printing.
Selanjutnya, Eko Prianto, S.Pd.T., M.Eng. memberikan materi mengenai teknologi 3D printing, sedangkan Dr. Nova Suparmanto, M.Sc. membawakan materi mengenai proses desain dan pencetakan model 3D.
Pelatihan juga menghadirkan praktisi dari dunia industri, yaitu James Mak dari PT 3D Zaiku Indonesia, yang memberikan materi mengenai jenis-jenis 3D printing dan cara pengoperasiannya.
Sementara itu, Nopa Widiyanto, S.T., M.Pd. memberikan materi pengenalan pembuatan produk custom menggunakan teknologi 3D printing.
Kolaborasi antara akademisi dan praktisi industri tersebut memberikan perspektif yang lebih menyeluruh kepada peserta, terutama mengenai pemanfaatan teknologi 3D printing dalam dunia pendidikan sekaligus penerapannya di dunia kerja dan industri.
Praktik K3 dari Pra-Cetak hingga Pascaproses
Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan dengan penerapan K3 pada seluruh tahapan pekerjaan.
Pada tahap pra-cetak, peserta mempelajari aspek keselamatan dan ergonomi dalam aktivitas desain menggunakan komputer, termasuk pengaturan posisi kerja serta lingkungan desain yang aman dan nyaman.
Pada tahap pencetakan, peserta mendapatkan pendampingan mengenai pengoperasian printer FDM dan MSLA secara aman, penerapan standar operasional prosedur (SOP), serta pemasangan rambu-rambu keselamatan di area kerja.
Adapun pada tahap pascaproses, peserta dilatih dalam menangani hasil cetak, bahan kimia, proses curing, serta pengelolaan limbah secara aman.
Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) juga menjadi salah satu aspek penting dalam pelatihan. Peserta diperkenalkan dengan penggunaan wearpack, sarung tangan keselamatan, sepatu keselamatan, masker respirator, dan kacamata keselamatan sesuai dengan jenis potensi bahaya yang dihadapi pada setiap tahapan pekerjaan.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membangun kebiasaan kerja yang lebih aman sekaligus meningkatkan kesadaran guru terhadap risiko dalam penggunaan teknologi manufaktur aditif.
Perhatian pada Limbah dan Kondisi Darurat
Selain aspek operasional, kegiatan juga menekankan pentingnya pengelolaan limbah hasil proses pencetakan 3D.
Peserta mendapatkan pendampingan mengenai pemilahan limbah cair dan padat, termasuk penanganan alkohol yang telah terkontaminasi resin, sisa material pencetakan, support, serta tisu bekas yang digunakan selama proses kerja.
Peserta juga diperkenalkan dengan simulasi penanganan kondisi darurat, salah satunya penanganan tumpahan resin menggunakan spill kit.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga memperhatikan keselamatan pekerja dan lingkungan.
Gunakan Pendekatan Participatory Action Learning
Program PkM ini menggunakan pendekatan Participatory Action Learning (PLA) dan learning by doing. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam proses identifikasi risiko, penggunaan mesin, penerapan APD, serta pelaksanaan prosedur kerja aman.
Melalui model pembelajaran tersebut, K3 diharapkan tidak hanya dipahami sebagai pemenuhan administratif, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja dan pembelajaran di lingkungan sekolah.
Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, serta angket evaluasi pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.
Data tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai dasar untuk pengembangan serta pendampingan pada tahap berikutnya.
Dorong K3 Menjadi Budaya Pembelajaran
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, tim UNY mendorong sekolah untuk mengintegrasikan prinsip K3 dalam kegiatan praktikum 3D printing.
Sekolah juga diarahkan untuk menyusun dan menerapkan SOP penggunaan 3D printer, meningkatkan kesiapan sarana dan prasarana keselamatan laboratorium, serta mengembangkan pembelajaran berbasis proyek yang memanfaatkan teknologi 3D printing.
Tim pelaksana turut merencanakan pendampingan lanjutan untuk memastikan hasil pelatihan dapat diterapkan secara konsisten dalam kegiatan pembelajaran dan praktikum.
Monitoring dan evaluasi akan dilakukan melalui observasi penerapan SOP K3, evaluasi pelaksanaan praktikum, serta pengukuran perkembangan kompetensi guru dan peserta didik.
Melalui program ini, UNY menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi melalui transfer ilmu pengetahuan dan teknologi. Penerapan K3 yang terintegrasi dengan teknologi 3D printing diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman, produktif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu membangun budaya keselamatan sejak lingkungan pendidikan, sehingga guru dan peserta didik tidak hanya memiliki keterampilan teknis dalam memanfaatkan teknologi manufaktur digital, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja dalam setiap proses kerja.
Penulis
K. Ima Ismara
Editor
Rakhmat Rajendra
